Tafsir Ayat 51
قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُوْنِ الْاُوْلٰى
Qāla famā bālul-qurūnil-ūlā.
Dia (Fir‘aun) bertanya, “Bagaimana keadaan generasi terdahulu?”
Wajiz (Ringkas)
Mendengar jawaban Nabi Musa tentang kekuasaan Allah, Fir’aun berkata, “Jadi, bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu yang telah meninggal dunia, seperti kaum Nabi Nuh, Hud, dan Saleh, yang lebih dulu ingkar?”
Tahlili (Mendalam)
Untuk mengalihkan Musa dari dakwahnya ke suasana yang lain, Fir‘aun bertanya kepadanya, “Wahai Musa, bagaimanakah kira-kira nasibnya di akhirat nanti umat-umat yang dahulu seperti kaum ‘Ād, kaum Samūd yang tidak menyembah Allah, tetapi mereka menyembah selain Allah. Mereka mempunyai sembahan-sembahan benda mati seperti batu, pohon kayu dan lainnya. Apakah mereka akan dimasukkan ke dalam surga ataukah mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, disiksa dan diazab?” Fir‘aun sengaja berbuat demikian, agar supaya Musa menghentikan dari mengemukakan hujjahnya serta alasan-alasan kuat lainnya yang membenarkan dakwahnya, karena Fir‘aun khawatir kalau-kalau dakwah Musa termakan oleh kaumnya, lalu mereka beriman kepada Musa dan meninggalkan kepercayaannya yang sesat yang mempercayai bahwa Fir‘aun itu adalah tuhan.